Showing posts with label House. Show all posts
Showing posts with label House. Show all posts

Kamar madi yang sehat, indah dan nyaman adalah kriteria yang di inginkan setiap orang, walupun kamar mandi itu ukurannya kecil tetapi kalau di desain dengan indah pasti akan membuat  nyaman orang yang berada di dalam kamar mandi.  Pada masa lalu orang lebih memberikan perhatian pada ruang yang memiliki interaksi social tinggi. Ruang keluarga, misalnya. Kamar mandi dipandang sebagai sesuatu yang sudah seharusnya ada, tanpa perlu lagi diberikan perhatian lebih. Namun secara perlahan pandangan ini bergeser, kamar mandi seolah-olah merupakan salah satu bagian yang menyenangkan dari sebuah rumah. Tempat “bersih-bersih” badang sepuasnya…yang pada akhirnya orang-orang mulai memikirkan dengan serius desain apakah yang cocok bagi kamar mandi mereka. Desain kamar mandi yang minimalis, modern, mediteranian, klasik atau tradisional. Agar kamar mandi Anda terasa nyaman dan aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Pastikan sirkulasi udara di dalam kamar mandi lancar, sehingga tidak terjebak di dalam. Selain itu, ventilasi kamar mandi sebaiknya diarahkan ke luar ruangan (hindari ke dalam ruangan).
2. Untuk aksesori, dipilih yang lebih menawan. Untuk pintu dan kaca di kamar mandi, pilihlah yang lebih bermutu. Pilihan pada kualitas pada akhirnya akan membuat Anda puas karena kusen dan daun pintunya tidak mudah digerogoti rayap. Kacanya pun amat variatif dan tidak pecah.
Shower Cabin
3. Letakkan dua kembang atau wangi-wangian di sudut kamar mandi biar muncul suasana segar.
Bathroom3
4. Untuk kamar mandi kecil, cahaya yang digunakan harus cukup terang memberi kesan bersih. Sementara untuk kamar mandi yang lebih luas, pencahayaan bisa disesuaikan dengan keinginan.
Bathroom2
5. Gunakan keramik untuk dinding yang permukaannya licin, supaya mudah dibersihkan dan tidak menangkap kotoran. Sedangkan keramik untuk lantai lebih kasar. Hindari penggunaan warna kasar dan suram untuk menghindari kesan kotor dan gelap.
6. Untuk keamanan manula dan anak kecil, sebaiknya pasang railing atau pegangan di dekat shower.
7. Perhatikan kemiringan lantai kamar mandi, minimal sebesar 2 persen ke arah pembuangan air (floor drain), agar air tidak tergenang di dalam kamar mandi.
8. Hindari penggunaan terlalu sering memakai bahan asam untuk membersihkan lantai kamar mandi demi kelestarian lingkungan.
Jika beberapa kriteria tambahan ini dapat dipenuhi, rasanya Anda dapat mempunyai kamar mandi yang cukup nyaman.

Ketika akan membangun rumah , pasti semua orang menginginkan jika rumah yang dibangun tersebut nantinya bisa disebut sebagai rumah yang indah, sehat dan nyaman. Untuk aspek keindahan tentunya setiap orang memiliki padangan yang berbeda dan tidak sama dengan orang lain, Tapi jika menyangkut tentang aspek kesehatan, biasanya standarnya adalah sama atau seragam untuk semua orang. Dalam hal ini  mungkin kita akan sepakat bahwa dalam menbangun rumah sehat itu harus memenuhi beberapa kriteria diantaranya: sirkulasi udara yang baik, ruangan yang mendapat cukup cahaya alami dari matahari, tata letak ruangan yang memudahkan pergerakan penghuni untuk beraktifitas, tersedianya lahan terbuka untuk menanam tanaman, dsb.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang membangun rumah sehat dengan tinjauan pada sirkulasi udara (penghawaan) dan pencahayaan alami pada ruangan-ruangan didalam rumah tersebut.
Sirkulasi Udara (Penghawaan)
Sistem sirkulasi udara pada bangunan rumah tinggal biasanya didapatkan melalui ventilasi atau lubang angin. Untuk ruangan diwilayah terluar bangunan menggunakan ventilasi untuk mengalirkan udara, sementara untuk ruangan yang posisinya ditengah bangunan bisa menggunakan channel penangkap angin, atau biasa disebut saluran penangkap angin atau menara penangkap angin. Untuk membuat udara bisa mengalir alami biasanya lubang ventilasi dibuat pada dua buah bidang dinding. Perbedaan tekanan didalam dan diluar bangunan akan membantu udara mengalir dari ventilasi pada bidang dinding yang satu menuju vetilasi pada bidang dinding yang lain. Jumlah ventilasi udara pada bangunan (rumah) harus cukup untuk mendukung proses sirkulasi udara , mengalirkan udara segar dari luar kedalam ruangan.
Living Area
Bentuk ventilasi udara yang biasa digunakan adalah jendela konvensional dengan daun jendela dari kaca atau panel kayu yang bisa dibuka lebar pada siang hari. Kemudian ada pula jendela bouvenlicht, yaitu jendela dengan 2 bilah kaca yang memiliki celah diantara keduanya yang memungkinkan terjadinya pertukaran udara. Bouvenlicht biasanya dipasang pada kamar mandi atau toilet. Ada pula jenis jendela kaca nako dengan bilah-bilah kaca yang bisa dibuka tutup. Selain itu, juga bisa dibuat ventilasi udara berbentuk lubang kisi-kisi angin dengan susunan horizontal pada dinding bangunan. Metode untuk membuat lubang ventilasi juga bervariasi mulai dengan membuat lubang dinding, kusen kayu dengan kisi-kisi arah horizontal , ataupun menggunakan rooster dari bahan beton, metal, aluminium atau kayu.
Sistem yang paling baik digunakan untuk merancang sistem sirkulasi udara (penghawaan) yang alami adalah dengan sistem ventilasi silang (cross ventilation), pada sistem ventilasi silang sirkulasi udara diatur sedemikian rupa agar bisa mengalir dari satu titik ventilasi udara menuju titik ventilasi udara lain, dan begitu sebaliknya. Dengan adanya perbedaan tekanan didalam dan diluar bangunan, maka aliran udara tidak akan ‘terjebak’ di dalam rumah, yang menyebabkan rumah terasa pengap dan panas. Cara yang lain juga bisa dilakukan dengan membuat taman yang disertai void di dalam rumah, taman dan void didalam rumah akan membantu proses sirkulasi udara ditengah-tengah ruangan didalam rumah yang berjarak lumayan jauh dari bidang dinding.
Jika penggunaan ventilasi udara dirasakan masih kurang, maka dapat dilakukan cara-cara alternatif yaitu metode ventilasi aktif dengan menambahkan exhauster (exhaust fan dibagian dinding atau blower dibagian atap) yang secara aktif dengan bantuan energi listrik akan menyedot dan mengalirkan udara keluar dari dalam ruangan, untuk dipaksa bertukar dengan udara yang lebih segar dari luar melalui lubang ventilasi.
Bila rumah anda berada didaerah perkotaan dan kondisi di rumah anda memang benar-benar tidak memungkinkan untuk menggunakan penghawaan alami (faktur polusi, kepadatan atau tingkat kerapatan bangunan yang tinggi), anda dapat menggunakan sistem penghawaan buatan seperti Air Conditioner (AC). Tentu harus direncankan dengan jelas berapa kapasitas dan jumlah Air Conditioner yang akan dipergunakan. Berikut adalah cara yang dapat anda gunakan untuk menghitung kebutuhan AC dalam sebuah ruangan:
Misalkan ukuran ruangan 3m x 4m.
Luas ruangan = Panjang ruangan x lebar ruangan
Luas ruangan = 4m x 3m = 12 m²
Koefisien BTU (British Thermal Unit) » 500 BTU untuk 1 m² luas ruangan
Kapasitas AC = Luas Ruangan x Koefisien BTU
Kapasitas AC = 12 m² x 500 BTU
Kapasitas AC = 6000 BTU
Kapasitas standar AC yang tersedia dipasaran, diantaranya adalah:
- AC kapasitas ½ PK setara dengan 5000 BTU
- AC kapasitas ¾ PK setara dengan 7000 BTU
- AC kapasitas 1,0 PK setara dengan 9000 BTU
Maka ruangan dengan luas 12 m²  membutuhkan AC dengan kapasitas 6000 BTU » Pakai AC ¾ PK
Karena luas ruangan (L) = 12 m² dan kapasitas AC yang dibutuhkan sebesar 6000 BTU, sebaiknya kita membeli AC ¾ PK. Tidak perlu menggunakan AC 1 PK karena akan terjadi pemborosan daya, jangan juga memasang AC ½ PK, karena kinerja AC kurang cukup untuk mendinginkan ruangan.
Pencahayaan
Seperti halnya sirkulasi udara (penghawaan), pencahayaan pada ruangan sebaiknya bersumber pada cahaya alami. Sehingga selain sehat juga dapat menghemat energi. Tidak perlu menyalakan lampu di siang hari. Bagaimanapun juga kita beruntung tinggal di wilayah yang kaya akan sinar matahari sepanjang tahun. Selain sebagai sumber vitamin D, sinar matahari juga bisa berfungsi untuk membunuh beberapa jenis jamur dan bakteri negatif. Cahaya alami (yang berasal dari matahari) yang masuk ke dalam ruangan dapat membersihkan ruangan sekaligus menghangatkan ruangan agar tidak lembab.
Modern Window Treatment
Untuk itu pada setiap ruangan sebaiknya dibuat jendela kaca yang berhubungan dengan ruang luar. Dalam menentukan besar dan letak jendela, harus diperhatikan arah matahari. Cahaya matahari yang langsung dari barat akan membuat ruangan sangat panas. Gunakan kanopi/overstek jendela untuk menaungi jendela dari cahaya matahari langsung dan menjaga ventilasi jendela dari tempias ketika musim hujan.
Jendela kaca adalah salah satu elemen bangunan yang fungsinya sebagai tempat masuknya cahaya matahari kedalam rumah. Selain itu juga dapat pula digunakan void di ruangan yang tidak memungkinkan untuk dipasangi jendela, misalnya karena dibatasi oleh tembok rumah tetangga anda. Cara lain ialah dengan menggunakan skylight atau atap genteng kaca ataupun penggunaan bahan polycarbonat pada atap carpot di rumah anda. Penggunaan sekat dinding berbahan kaca ataupun glass block juga bisa dikategorikan sebagai komponen pencahayaan, sekaligus sebagai salah satu ornamen arsitektur yang yang banyak diaplikasikan pada desain rumah-rumah modern saat ini.
Perencanaan Dan Pengaturan Ruangan Berdasarkan Arah Sinar Matahari
Kita semua tentu mengerti bahwa matahari bergerak dari timur ke barat selama 12 jam setiap hari. Sinarnya yang melimpah itu dapat membawa banyak manfaat bagi manusia, termasuk pada rumah. Tapi jika tidak ditangani dan dimanfaatkan dengan benar, sinar matahari justru akan menimbulkan ketidaknyamanan karena berpotensi meningkatkan suhu didalam ruangan. Untuk itu ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan posisi ruang dan bukaan-bukaan berdasarkan arah sinar matahari.
Denah Rumah
a. Ruang Tidur
Agar sinar matahari pagi dapat masuk ke ruang ini, letakkan ruang tidur di sebelah tenggara sampai timur laut. Sinar yang masuk membuat anda tidak malas bangun pagi. Selain itu, sisi ini tidak menerima panas sore hari sehingga nyaman jika digunakan untuk beristirahat.
b. Ruang Keluarga, Rg Tamu, dan Rg Makan
Ruang bersama sebaiknya berada disisi barat laut atau barat daya. Pada posisi ini ruang akan mendapatkan penerangan alami dan hangat. Tapi untuk mengurangi panas pada sisi barat, perlu adanya pengolahan khusus misalnya pemakaian material peredam panas atau pemakaian kisi-kisi angin.
c. Kamar Mandi
Biasanya kamar mandi adalah area yang tingkat kelembaban-nya tinggi, maka area ini paling baik jika mendapat sinar matahari langsung. Letakkan kamar mandi pada sisi barat atau timur.
d. Dapur
Dapur dengan peralatan memasaknya berpotensi menjadi ruang bersuhu tinggi, maka pilihan terbaik adalah pada sisi utara atau selatan.
e. Ruang Penunjang/ Servis
Ruang ini memang menjadi prioritas kedua setelah ruang-ruang utama telah terlebih dulu ditempatkan. Sisi barat yang kurang nyaman bagi manusia-karena terlalu panas-menjadi tempat ideal untuk ruang cuci dan jemur, agar tidak lembab dan cucian cepat kering.
f. Bukaan-bukaan
Secara umum, bukaan seperti pintu atau jendela sebaiknya berada di sebelah utara atau selatan karena tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Jika terpaksa bukaan pintu dan jendela berada pada posisi utara atau selatan, maka dapat ‘diakali’ dengan meng-install tirai (shade atau blind) pada bukaan pintu atau jendela yang materialnya dominan kaca. Sehingga intensitas cahaya matahari yang masuk kedalam rumah atau ruangan dapat diatur sedemikian rupa.
Demikianlah artikel tentang perencanaan bangunan rumah sehat kali ini, pada artikel berikutnya saya akan menulis tentang perencanaan rumah tinggal yang sehat dari sisi desain tata letak (lay out) dan sanitasi.

berikut ini adalah beberapa tips yang mungkin dapat membantu dalam membangun sebuah rumah yang baik dan nyaman.
1. Pemilihan Lokasi Yang Tepat
Tata letak dan orientasi bangunan, pencapaian (akses), topographi tapak bangunan dan luas lokasi merupakan aspek-aspek yang menjadi perhatian. Menghadap ke timur, sudah mempunyai jalan masuk yang memadai, topographi tanah cocok untuk rumah yang akan anda bangun dan luas tanah yang cukup luas sehingga memungkinkan anda untuk mempunyai halaman ataupun taman, adalah suatu pilihan yang bagus. Jika belum terpenuhi, sebaiknya anda urungkan dulu niat anda untuk membangun rumah dan cari lokasi yang tepat. Kenapa demikian...? Karena akan menyulitkan anda untuk membangun. Dalam menentukan lokasi rumah, sebaiknya anda memang sebaiknya anda melakukan survey berulang kali. Tidak ada salahnya anda bertanya-tanya pada penduduk di sekitar lokasi tanah tersebut, mengenai keamanan lingkungan, apakah daerah itu sering kena banjir dan lain sebagainya. Harus anda ketahui bahwa ini adalah titik awal anda mulai mengeluarkan biaya dan selanjutnya biaya ini akan semakin banyak seiring dengan anda membangun rumah.

2. Pemilihan Denah Rumah
Banyak cara untuk mendapatkan contoh-contoh denah rumah, baik itu dari majalah, brosur-brosur, internet dan lain-lain. Pilih lah yang sesuai dengan kebutuhan anda dan bisa diterapkan pada tanah yang sudah ditentukan tadi. Sebaiknya dibicarakan bersama keluarga, karena yang akan menempati rumah ini bukan anda sendiri.

3. Urus Izin Membangun Rumah (IMB)
Sebelum mencari tukang untuk membangun, sebaiknya urus terlebih dahulu IMB nya. Karena dengan membayar retribusi IMB ini selain menjadi warga negara yang baik, anda juga melegalitaskan aset anda. Rumah yang memiliki IMB, mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.
Lagi pula jika tidak mengurus IMB ada kemungkinan saat sedang membangun akan timbul masalah atau mungkin terhenti karena ditegur oleh pemerintah daerah setempat dan yang lebih parah lagi mungkin dirobohkan. Walaupun itu bisa diselesaikan, janganlah menjadi suatu kebanggaan bahwa rumah anda bisa dibangun tanpa IMB... itu tidak baik.

4. Seleksi Kepala Tukang atau Mandor
Tidak sulit mencari tukang atau mandor, begitu anda mulai memberitahu pada beberapa orang atau kenalan anda maka akan banyak datang tawaran orang untukmengerjakan rumah anda. Seleksilah mereka berdasarkan kwalitas (kemampuan kerja) jika perlu anda bisa melihat hasil yang telah mereka kerjakan. Sebaiknya anda memperkerjakan tukang yang direkomendasi oleh orang yang anda kenal. Akan lebih baik dibuatkan kontrak kerjanya.

5. Penyediaan Material
Sebelum menyediakan material bangunan ada baiknya tanya dulu dengan tukang, material apa saja yang harus anda beli. Setelah dicatat dengan baik anda cari di toko bahan bangunan dan jangan segan-segan untuk bertanya. Material apa yang terbaik yang akan anda gunakan pada bangunan anda.Lakukanlah survey pada beberapa toko bahan bangunan, akan lebih baik anda pergi ke toko bangunan yang besar (one stop shopping), karena biasanya disini anda bisa berkonsultasi dengan gratis dan pilihannya cukup variatif. Kumpulkan brosur-brosur bahan bangunan, pelajari dan pilih mana yang cocok untuk rumah anda.

6. Pengawasan
Lakukanlah pengawasan sesering mungkin, namun jangan terlalu mencampuri masalah teknik kerja. Memang disaat sedang membangun lokasi bangunan akan kelihatan sembrawut, atau mungkin anda merasakan ruangan yang dibuat terlalu kecil. Selagi ukurannya telah sesuai dengan gambar panduan yang anda tentukan, ikutilah gambar tersebut. Karena jika anda mulai mencoba-coba untuk merobah ukuran ruang yang akan dibangun akan berakibat fatal. Perobahan denah akan berpengaruh terhadap bentuk bangunan, sistim konstruksi kuda-kuda dan bentuk atap.
Sebaiknya anda cukup memastikan apakah yang dibuat oleh tukang telah sesuai dengan gambar.

Copyright 2010 My Artikel
Lunax Free Premium Blogger™ template by Introblogger